Bagi nasabah Citibank Indonesia (khusus Jakarta) yang bandel dan mau menghindari telepon dari Citibank sebaiknya jangan pernah menerima nomor-nomor telepon berikut ini ini:
Masukan dari Juni 2008
Nomor-nomor Telepon Citibank
5 Juni 2008 · & Komentar
021-27586100
021-7515669
Kategori: Debt Collector
Ditandai: nomor telepon citibank jakarta
Email Saya dan Email Citibank
5 Juni 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar
EMAIL YANG PERNAH SAYA KIRIMKAN DAN RESPON DARI CITIBANK
(Nama belakang asli saya diganti dengan XXXX)
Date: Sat, 20 Jan 2007 00:26:13 +0800 (SGT)
From: “Citibank Indonesia”
To: lisaXXXX@yahoo.com
Subject: Re: contact us (KMM216429I32473L0KM)
Ibu Lisa yang terhormat,
Terima kasih telah menghubungi kami melalui e-mail.
Bersama ini kami sampaikan bahwa kami akan meneruskan e-mail Ibu ke
bagian yang berwenang untuk ditindaklanjuti.
Hormat kami,
Citibank Indonesia
Date: Sat, 20 Jan 2007 19:14:27 -0800 (PST)
From: “Lisa XXXX”
Subject: Re: contact us (KMM216429I32473L0KM)
To: “Citibank Indonesia”
Sebenarnya ada 2 pesan yang saya kirimkan, namun hanya satu yang direspon Citibank. Pesan yang sudah saya kirim itu:
Saya punya beberapa pertanyaan mengenai tagihan Kartu Kredit saya bernomor 4541XXXXXXXXXXXX atas nama Lisa XXXX. (lagi…)
Kategori: Pelayanan
Ditandai: bunga bank, citibank, e-mail
Kartu Kredit, Gaya Hidup Modern & Industri Penghisap Darah
5 Juni 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar
Sejak bertahun-tahun lalu hingga kini, untuk memiliki Kartu Kredit (KK) semakin hari semakin mudah saja. KK yang saat pertama kali diterbitkan di Amerika oleh Diners Club (1950), dan dua kartu selanjutnya di tahun 1958, American Express dan Americard (Visa) adalah alat pembayaran tanpa uang tunai, telah berubah menjadi alat untuk berhutang dibanding alat pembayaran tanpa uang tunai.
Memang, di tengah kehidupan yang menuntut serba cepat ini, semakin lumrah saja hidup dengan kredit atau hutang. Semakin mudah anda bisa berhutang, semakin “modern” hidup anda. Lihat saja di tahun 2002 orang-orang Amerika sekalipun memiliki total hutang senilai hampir 1 trilyun Dollar Amerika atau USD 979 kepada perusahaan pemberi hutang (bank, perusahaan KK dan perusahaan pemberi hutang lainnya). Mereka yang hidup di Amerika sama dengan Indonesia, mereka banyak yang memiliki rumah bagus, mobil bagus, perabotan dan peralatan rumah yang bagus namun sehari-hari hidup miskin, karena penghasilannya setiap bulan habis untuk membayar berbagai cicilan yang seakan tidak pernah lunas.Di luar soal kredit atau pinjaman dengan berbagai bank, tulisan ini adalah mengenai apa yang sebenarnya terjadi di dalam industri KK sebagaimana yang dilaporkan oleh Frontline (seperti “60 minutes” dari CBSNews), sebuah acara televisi investigasi dari PBS di Amerika yang terkenal sejak 1983. Judul laporan itu memancing keinginantahu, yaitu “Secret History of the Credit Card,” dan subjudulnya: “FRONTLINE and New York Times join force to investigate an industry few American fully understand.” Frontline menyebut Industri ini sebagai industri yang selalu untung namun industri yang customernya paling banyak kecewa, mengeluh, merasa tidak nyaman dan dirugikan. (lagi…)
Kategori: Informasi
Ditandai: ATM, kartu kredit
Modus Penagihan Citibank
5 Juni 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar
Citibank selalu menggunakan cara-cara yang kurang dan tidaksopan ketika memberitahukan tagihan pelanggannya yang sudah jatuh tempo.
1. Menelepon di pagi hari sekitar jam 7 pagi atau waktu malam hari sekitar jam 20-21, sebagai pegawai jam tersebut adalah jam-jam yang krusial. Bahkan seringkali menelepon di hari libur (Sabtu-Minggu) yang merupakan hari untuk keluarga.
2. Menelepon berkali-kali meski telepon pertama sudah diberitahukan kalau nasabah akan membayar tagihannya. Kadang menggunakan nomor Anonymous (ketahuan kalo cemen).
3. Menggunakan nada kasar ketika menelepon, terutama ketika nasabah sudah lewat jatuh tempo.
4. Tidak hanya pegawai lelaki, pegawai perempuan di Citibank memiliki bahasa komunikasi yang kurang baik.
5. Mulai menelepon nomor telepon orang tua / saudara Anda ketika nomor ponsel/ telepon rumah Anda sulit dihubungi. (lagi…)
Kategori: Debt Collector
Ditandai: citibank indonesia, Debt Collector
Citibank Indonesia mengecewakan, citibank.co.id apalagi
5 Juni 2008 · 1 Komentar
“Masa ngurus kartu kredit citibank perlu waktu 1 bulan, malu-maluin aja”
Saya termasuk orang yang sangat konservatif dengan produk perbankan satu ini: kartu kredit. Selain mendorong untuk hidup konsumtif, saya meyakini bahwa semua fitur pada kartu kredit bisa digantikan lewat kartu debit. Dan sejauh ini saya merasa cukup, puas dan tidak terganggu dengan tidak adanya kartu kredit.
Saya pemegang Garuda Frequent Flyer, dulu high travelling -sebelum Dinda hamil, tapi rasa-rasanya hampir tidak ada masalah dengan tidak adanya kartu kredit ini. Sampai akhirnya saya menyerah, karena ternyata (sialnya) masih banyak jasa yang mensyaratkan penggunaan kartu kredit mulai Fitness First ataupun Indosat M2.
Akhirnya saya putuskan untuk apply Citibank, Dinda tetap konservatif tidak mau apply kartu kredit. Saya pilih Citibank dengan alasan Citibank merupakan salah satu kartu kredit terpopuler di Indonesia. Dalam benak saya, banyaknya pengguna tentu sebanding dengan kualitas layanan yang diberikan. Jutaan orang mungkin tidak salah pikir saya.
“Wan, kira-kira untuk bikin CC butuh berapa lama?”
“Seminggu paling Jar, bikin OL aja (via citibank.co.id), masukin KTP dan slip gajinya nanti aja kalau sudah ditelpon Citibank”
“Ok, on progress” (lagi…)
Pelayanan Citibank Indonesia Brengsek!
5 Juni 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar
Saya adalah salah satu pihak yang dikecewakan oleh pelayanan citibank Indonesia, karena beberapa waktu lalu, saya mendapat pinjaman Rp 15 juta, sudah saya cicil sampai 9 kali, tapi pada bulan Oktober 2007, kebetulan Istri saya mengambil pinjaman atas namanya sendiri untuk kredit perumahan lewat Bank Niaga.
Oleh Bank Niaga diberitahu, bahwa saya punya hutang di Citibank yang jumlahnya hampir Rp. 12 juta, pada saat lain juga saya ajukan kredit lewat Bank BUMN tapi hal itu tidak disinggung oleh pihak bank BUMN ini, sehingga kredit atas nama istri saya juga cair.Lagi pula kredit itu atas nama istri saya.
Yang menjadi pertanyaan, kenapa citibank memberikan akses kepada Bank Niaga tentang perihal ini? berarti citibank telah melanggar UU perbankan tentang kerahasian nasabah, lalu kenapa cuma citibank yang memberikan akses, padahal saya juga punya kredit di Bank Lain, tapi bank itu tidak memberikan akses untuk diberitahu ke bank lain dalam hal kredit pinjaman, lagi pula saat itu kredit/pinjaman itu saya lancar saya bayarkan sebelum jatuh tempo dan tidak pernah menunggak/telat bayar. Dan status saya bukan tersangkut pada proses pengadilan, jadi pihak bank tidak boleh memberikan data nasabah kepada pihak lain (sesuai dengan ketentuan BI). (lagi…)


