Surat Terbuka untuk para Advokat Senior dan Kondang

Saya ingin mengetuk dan menggelitik hati nurani dan harga diri serta profesionalitas para advokat senior dan kondang seperti Bung Adnan Buyung Nasution, Bung Todung Mulya Lubis, Bung Hotman Paris Hutapea, Bung Ruhut Sitompul, Bung Hotma Sitompul, Bung Permadi, Bung Farhat Abas, Bung Ferry Firman, Bung Yan Juanda, Bung Juan Felix Tampubolon, Ibu Nursyahbani, Ibu Lely Santoso, Bung Assegaff, Ibu Elsya Syarif dll yang tidak bisa saya sebutkan semua. Serta yang merasa dirinya Advokat yang tahu dan menguasai hukum atau pakar hukum dan yang berkiprah di bidang hukum, termasuk Prof Loeby Loekman.

Masalah yang ingin saya kemukakan adalah mengenai pembodohan publik yang dilakukan oleh Citibank Card Center. Permasalahannya memang sepele hanya pembebanan bea meterai senilai Rp 6.000,- setiap transaksi/bulan/slip tagihan. Yang membuat tidak sepele adalah bila kita tidak membayar bea meterai pada Citibank, kita akan dikenai bunga berbunga dan denda yang sangat fantastis.

Sebagai contoh kasus saya pribadi,hanya tidak mau membayar bea meterai Rp 6.000,- yang memang sedang saya komplain,dibiarkan berlarut2 secara sengaja dan beritikad tidak baik,selama setahun,tagihannya menjadi Rp.2.900.000,-.Ya,hanya gara2 Rp 6.000,- menjadi Rp.2.900.000,-. Pertanyaannya adalah:

1.Dasar pengenaan meterai rancu, sdr Albert Hindarto selaku Customer Care Center Supervisor Citibank,adalah PPRI no 24 th 2000, sedangkan penggantinya sdri Amalia Hutomo, dasarnya SE Dirjen Pajak no 13 th 2001, sdri Rose, staff lainnya, adalah PBI 2005. Mengapa demikian?

2.Sejak September 2005, Citibank secara sepihak mengenakan bea meterai setiap bulan, sekali lagi,setiap bulan, bukan lagi setiap transaksi sebagaimana lazimnya sesuai PPRI dan SE Dirjen Pajak. Apa dasarnya?

3.Citibank memberlakukan sistem komputerisasi bea materai tidak lengkap,hanya tertulis bea meterai lunas, padahal lazimnya ada nomor registrasinya, periode bulan, tahun pajak, dan lokasi kantor pajak. Mengapa demikian?

4.Citibank tidak dapat memberikan bukti dan menunjukannya pada kami selaku pembayar bea meterai, bukti tanda terima dari kantor pajak berikut nomor dan keterangan lengkap lainnya. Mengapa?

5.Citibank mengakui kelalaiannya dalam bentuk Koreksi Bea Meterai, Finance Charges Reversal,Late charges Reversal,dan Interest adjustment Reversal, hampir sebesar Rp.3.000.000,-, sayangnya hanya sebagian dan tidak seluruhnya. Mengapa?

6.Citibank tidak mau menyelesaikan masalah ini secara profesional maupun hukum,tapi hanya digantung dan dibiarkan berlarut2 dengan tujuan mendiskreditkan dan mencemarkan nama baik kami di Bank Indonesia. Mengapa?

7.Dalam SE Dirjen Pajak No 13 th 2001 poin 2.1 berbunyi sbb: Menghimbau kepada penerbit dokumen untuk segera mengenakan bea meterai atas dokumen yang diterbitkan. Penerbit dokumen jelas Citibank. Namanya Himbauan tentunya boleh diterima dan diabaikan. Tetapi Citibank memaksa, bukan menghimbau lagi, karena kalau tidak membayar meterai akan dikenai bunga berbunga dan denda yang fantastis besarnya. Mengapa?

8.Saya adalah pemilik 2 kartu kredit sejak 1993 ,selalu aktif bertransaksi dan selalu membayar lunas tepat waktu.Tetapi Citibank lebih mementingkan dan mengutamakan pendapatan dari bea meterai ketimbang fee transaksi dan annual fee. Mengapa?

Semua pertanyaan itu saya kembalikan pada para advokat senior dan kondang untuk menjawabnya. Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa semua nama advokat yang saya sebutkan di atas pasti memiliki kartu kredit dan pasti lebih dari satu kartu. Dan pasti dalam setiap slip tagihan pasti ada pengenaan bea meterai yang hanya tertulis bea meterai lunas.

Saya saja yang awam hukum berani melawan dan menolak pembebanan bea meterai oleh Citibank dengan resiko kehilangan kemudahan2 bertransaksi/gesek. Saya yakin seyakin-yakinnya para advokat senior dan kondang harus lebih berani lagi dari saya, karena beliau-beliau adalah pakarnya hukum. Saya kira pasti tidak akan mau dibodohi dan diakali penerbit kartu kredit khususnya Citibank. Tetapi bila dalam slip tagihan para advokat senior dan kondang tidak ada pembebanan bea meterai berarti ada diskriminasi.

Menurut saya ,kita sebagai masyarakat yang dalam kondisi ekonomi sekarang, rasanya kok tidak pantas dan sangat aneh bila kita mau mensubsidi dan menyumbang pada penerbit kk yang sudah sangat banyak untungnya mengeruk duit rakyat. Mari kita sumbangkan saja duit bea meterai yang Rp 6.000,- pada masyarakat kita yang lagi kekurangan. Saya yakin Citibank tidak akan rugi bila biaya bea meterai yang dipungutnya disumbangkan pada rakyat. Perkiraan nasabah kk Citibank 1 juta, selama 6 th biaya yang telah dipungut Citibank sebesar Rp 432 Milyard (1 juta x 6.000 x 12 bln x 6 th). Bila masing2 pemilik 2 kk (Master dan Visa) berarti Rp 864 Milyard. Faktanya 1,5 jt nasabah, berarti pendapatan extra illegal sebesar Rp 1,296 Trilliun. Nah uang itulah yang harus disumbangkan Citibank pada rakyat Indonesia. Faktanya, untuk saya pribadi ada pengembalian sebesar Rp 3.000.000,- bila ditotal seluruh nasabahnya dikembalikan ,akan muncul angka Rp 3 Trilliun, bila asumsinya 1 juta nasabah. Sedangkan kalau 1,5 juta nasabah berarti Rp 4,5 Trilliun.

Ya dari Rp 6.000,- bisa muncul angka Trilliunan karena faktor kalinya itulah yang sangat menakutkan. Untuk itu mohon Yth para advokat senior dan kondang menarik kembali semua biaya meterai yang telah dibayarkannya sejak th 2000 pada Citibank. Kalau ingin membuktikannya, coba saja Yth para advokat senior mulai saat ini tidak membayar bea meterai, pasti bulan berikutnya muncul bunga, demikian seterusnya. Nah apabila terjadi demikian apakah Yth para advokat senior akan diam saja dan membayar bunga dan dendanya?

Sekali lagi saya ingin mengetuk dan menggelitik para advokat senior dan kondang untuk berani menuntaskan maslah pembodohan publik yang dilakukan lembaga keuangan dalam mengeruk duit rakyat yang sudah ngos2an ini. Mari kita sumbangkan bea meterai ini pada rakyat yang membutuhkannya.

Semoga surat terbuka ini mendapatkan tanggapan yang positif dan nyata.Bagi Yth para advokat senior dan kondang yang berkiprah didunia politik ,jelas sekali tindakan pengambilaalihan subsidi bea meterai dari Citibank pada rakyat jelas sekali akan mengangkat pamor dan nama besar yang bersangkutan dan partai politiknya.Terima kasih atas bantuan dan kepeduliannya serta kerjasamanya untuk rakyat. Salam.

Nama dan alamat lengkap ada pada redaksi

Dikirim tanggal: Sabtu, 25 Agustus 2007 pada situs Media Konsumen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s